
Bekasi Bersih Partisipasi Blogger
Bekasi Bersih Partisipasi Blogger, Acara Amprokan Blogger sudah dimulai dan acara pertama adalah anjangsana ke berbagai tempat di sekitar bekasi. Salah satunya adalah lokasi pembuangan akhir Bantar Gebang.
Sampah identik dengan kotor, Sampah identik dengan bau, tapi apakah Anda berfikir bahwa Sampah bisa mendatang kan uang…?
Bagaimana Kondisi Tempat Pembuangan akhir (TPA) Sampah di kota Anda, seberapa banyak jumlahnya dan bagaimana cara menanganinya..?
Anda harus banyak Belajar dari Kota Bekasi, yang dulunya bermasalah dengan Sampah kini tampak Bersih dan rapi serta yang terpenting adalah bisa mendapatkan uang pemasukan untuk masyarakat sekitar, investor dan Kas daerah.
Pemanfaatan Sampah Kota Melalui Proyek CDM
Pada Pengelolaan Sampah Kota rata-rata pemerintah kota mengumpulkan pada suatu tempat yang disebut Tempah Pembuangan Akhir (TPA) dengan sistem Open Dumping, yaitu membiarkan tumpukan sampah secara terbuka. al hasil banyak sekali menimbulkan kerugian pada masyarakat sekitar kecuali tentang kebersihan masih banyak resiko dan masalah yang timbul antar lain :
- Resiko Kesehatan
- Resiko Kebakaran
- bahaya Longsor
Di Bekasi Permasalahan itu bisa teratasi dengan ada nya Sistem Controlled Landfill. bahkan dengan Sistem tersebut dapat sekaligus memberikan penghasilan mealui mekanisme Clean Development Mechanism (CDM).
Kok bisa begitu… Caranya Gimana…?
LandFill Gas Flaring
PT. Gikoko Kogyo Indonesia sang pemenang tender untuk mengelola sampah,melakukan sampah yang sudah menumpuk di tutup dengan lapisan plastik tebal (geomembran) sehingga gas metan tidak menyebar kemana-mana, sehingga permasalahan diatas bisa teratasi. Dengan cara ini kecuali kelihatan bersih juga bisa menghasilkan tenaga listrik, caranya dengan menyalurkan pipa yang dicolokkan ke dalam tumpukan sampah (seperti mencolokkan sedotan ke minuman) kemudian dialirkan ke Tabung Pembakaran (Burning Chamber) sehingga bisa menggerakkan Generator al hasil bisa didapatkan tenaga listrik. Untuk sampai saat ini Kota Bekasi melalui TPA bantar Gebang dengan metode ini sudah bisa menghasilkan listrik 120 Kwh, yang bisa digunakan untuk tenaga listrik di pabrik pengolahan sampah itu sendiri sisa di alirkan ke PLN utuk kebutuhan listrik masyarakat sekitar.
Carbon Credits bisa dapat Uero
Mekanisme CDM merupakan jual beli antara negara maju/negara industri yang tergabung dalam Annex 1 dengan negara berkembang yang tidak bergabung. Gas Metan yang ditimbulkan sampah termasuk golongan emisi gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global, sehingga negara anexx 1 berkomitmen untuk menguranginya, berdasarkan Perjanjian Protol Kyoto. untuk mengetahui lebih lanjut silahkan kunjungi www.carbonfinace.org .Intinya jika Kita bisa mengurangi jumlah Carbon dan kita jual ke negara maju maka kita akan mendapat bayaran dari selisih pengurangan tersebut, cukup lumayan kita bisa mendapatkan 10 Uero/10 T Carbon Credit.
Kota Bekasi bersama PT. Gikoko bisa menjual Carbon Credit ke Belanda dengan Cara sistem kontrol distribusi (DCS/Distributed Control System) yang merekam jumlah gas metan yang masuk kemudian dibakar dan merekam jumlah gas yang telah dibakar/dimusnakan lalu dicatat sebagai sertifikat Carbon Credits. Sertifikasi ini yang dijual ke belanda sehingga pemerintah Kota bekasi yang pada 10 Maret nanti merayakan ulang tahun nya yang ke-13 bisa mendapat pemasukan ABPD.
Kota Anda Juga tertarik untuk melakuakn sistem ini silahkan hubungi PT.Gikoko di www.gikoko.co.id dan mereka siap melakukan investasi sebagai project developer dan memberikan konsultasi untuk menerapkan sistem LandFill Gas Flaring tanpa membebani anggaran daerah.
Go Blogger….. Go….




